Monday, 17 September 2012

tips dan trik jitu mengatasi malas

tips dan trik jitu mengatasi malas, malas adalah salah satu penyakit menular yang menyerang setiap orang. malas adalah alasan klasik untuk tidak mau melakukan sesuatu. mengatasi malas sebenarnya sangat sederhana, tetapi tergantung dari derajat ketinggian tingkat malas tersebut, atau jika dalam medis sudah masuk ke setadiom berapa?. bila penyakit malas dimulai sejak usia dini maka akan agak susah memulihkannya, karena malas adalah karakter yang terbentuk sejak lama dan telah menjadi kebiasaan. untuk mengubah kebiasaan rasa malas haruslah dijalankan dengan teratur dan tahap tahap yang harus dijalani. 
 

Ada beberapa langkah-langkah untuk mengatasi malas belajar, yaitu:
Berani membangun mimpi
Bila ingin menjadi orang sukses dan orang besar, kita harus mampu membangun mimpi atau cita-cita atau harapan besar yang akan diraih di kemudian hari. Dengan adanya mimpi dan cita-cita yang tertanam, tentu kita akan memusatkan perhatian pada cara-cara mencapai mimpi tersebut. Dengan kata lain, akan memotivasi diri kita untuk melakukan proses belajar untuk meraih mimpi tersebut. Kita juga akan terpacu mencari cara mengatasi rintangan yang menghambat meraih mimpi kita.
Keinginan untuk memiliki nilai plus
Memiliki kelebihan atau kepandaian melebihi teman-teman tentu suatu kebanggan. Untuk itu, kita dituntut untuk belajar lebih giat lagi untuk mengungguli teman-teman. Kita harus mampu mencari cara belajar yang baik untuk memudahkan penguasaan pelajaran. Tugas kita adalah mencari jurus pamungkas yang jitu untuk menelan pelajaran dengan efektif.
Memiliki rasa percaya diri
Rasa percaya diri adalah sumber energi yang besar untuk terus memusatkan perhatian pada pelajaran. Kita perlu menanamkan keyakinan mampu mempelajari dan mengerjakan bagaimana sulitnya pelajaran yang dihadapi. Keyakinan dalam hati akan membuat diri kita bekerja keras untuk mewujudkan keyakinan kita. Rasa optimis dan berpikir positif wajib ditumbuhkan dalam hati sanubari kita.
Antusias dan cinta pada pelajaran
Dalam belajar dibutuhkan perasaan yang kuat dan teguh untuk mendorong diri sendiri melakukan kegiatan belajar. Untuk membangkitkan minat dan perhatian pada pelajaran secara terarah, maka kita bisa mempergunakan perangsang seperti untuk apa kita belajar ini? Dan bagaimana cara mempelajarinya?. Pertanyaan tersebut berarti kita berusaha untuk menggiring dan memfokuskan perhatian secara terarah pada tujuan untuk mempelajari suatu materi pelajaran. Dengan mengembangkan perhatian secara terpusat, bisa membangkitkan minat belajar dan merasa tertantang untuk mempelajari pelajaran lebih lanjut. Timbulnya minat dan berkembangnya keinginan untuk menguasai kecakapan tertentu dari hasil proses belajar tentu menjadi motif yang cukup kuat bagi kita untuk memotivasi diri melakukan pembelajaran.
Menentukan target pencapaian tingkat prestasi jangka pendek maupun panjang
Untuk mendorong giat dan focus belajar, sebaiknya kita membuat rencana tahapan pencapaian tujuan belajar. Misalnya, setiap belajar harus mampu menguasai dan mempraktikkan pengetahuan yang dipelajari. Dengan menentukan target tujuan prestasi secara bertahap semakin jelas bagi kita mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan belajar terarah. Selain itu, adanya target tujuan prestasi belajar akan member sugesti, memotivasi, merangsang, dan menantang kita untuk giat belajar.
Belajar aktif
Kita harus dapat belajar aktif dan terarah untuk menghilangkan kejemuan atau kemalasan dalam belajar. Kita harus dapat terlibat aktif secara kognitif, afektif dan psikomotor dalam belajar. Musuh terbesar dalam belajar adalah ketidakmampuan kita untuk konsentrasi belajar. Untuk mengatasi hal itu, kita mutlak harus bisa belajar aktif. Belajar aktif maksudnya mengarahkan, menggerakkan, dan mengendalikan proses penalaran, sikap dan tindakan pada suatu tujuan penelaahan materi pelajaran secara kritis. Cara belajar aktif antara lain aktif bertanya secara detail hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan materi pelajaran kepada guru dan orang tua, dan aktif berbuat/ mempraktikkan materi pelajaran yang dipelajari.
Mengatur waktu belajar yang efektif
Apabila ingin sukses belajar, maka kita harus mampu mengatur belajar yang efektif. Untuk mengatur waktu belajar yang efektif, maka perlu diperhitungkan, antara lain disesuaikan dengan keinginan belajar sendiri, jangan berbenturan dengan keinginan-keinginan lain yang lebih dominan seperti nonton film, dan perhatikan kondisi fisik dan psikis harus dalam kondisi siap belajar atau keadaan segar bebas dari rasa lelah, mengantuk, rasa lapar, gangguan penyakit, dan rasa marah.
Menyiapkan suasana lingkungan yang kondusif untuk belajar
Suasana lingkungan dimana kita belajar sangat berpengaruh terhadap aspek psikis kita yang hendak melakukan belajar. Suasana lingkungan yang buruk dapat membuat kita tidak produktif untuk belajar karena kita merasa tidak nyaman dan aman untuk belajar.  Karena itu, kita tidak boleh mengabaikan kondisi lingkungan dimana kita belajar. Kita harus mendapatkan suasana lingkungan yang kondusif untuk belajar. Untuk itu, kita perlu benahi, menata dan membina; suasana harus nyaman dan aman, bebas dari suara berisik, ruangan belajar harus tertata rapi, menjaga keharmonisan hubungan antaranggota keluarga, dan menciptakan nuansa kebersamaan dan keceriaan dalam keluarga.
Mengembangkan kualitas pergaulan
Kita harus mampu mengembangkan kualitas pergaulan agar memberi kontribusi perkembangan diri pribadi pada arah yang positif. Untuk menentukan kualitas pergaulan dan kegiatan dalam pergaulan, maka kita harus menentukan antara lain; mutu kegiatan yang bagaimana yang pantas dikembangkan dan bagaimana kita membagi waktu antara belajar dengan bergaul. Agar kita mampu bergaul dengan baik, maka harus mampu mengembangkan kelebihan-kelebihan khusus yang member citra pada diri kita. Kelebihan tersebut bisa bersumber dari bakat, hobi maupun kreatifitas. Dengan kelebihan tersebut kita akan mendapat tempat khusus dan dijadikan simbol, panutan dan pemimpin dalam kelompok. Selain itu, juga untuk member pengaruh, mengarahkan, dan mengendalikan arah pergaulan teman kita.


1. Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila Kita dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Kita sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Kita bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pkitang ini akan menghindarkan Kita dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Kita membuat sederhana tugas didepan Kita dengan bertindak positif. Fokus Kita hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

2. Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa Kita harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Kita menjadi malas mengerjakannya. Kita akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa Kita gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Kita tidak harus melakukan pekerjaan yang Kita tidak mau.

Kita mau mengerjakan tugas karena memang Kita ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Kita selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Kita sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Kita melakukan apa saja yang Kita tidak mau lakukan.

3. Kita Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa Kita harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Kita dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Kita mungkin akan malas memulainya. Kita harus bisa menerima bahwa Kita pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Kita punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Kita selalu bisa negosiasi dengan boss Kita untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Kita memkitang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.


Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Kita. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya

demikianlah artikel tentang tips dan trik jitu mengatasi malas semoga bermanfaat, simak juga cara cepat menghafal, tips mengatasi KDRT, menghafal rumus cepat, rahasia sukses rejeki. kalau mau jarimatika juga ada demikian tips dan trik jitu mengatasi malas semoga bermanfat . silahakn tinggalkan komentar 


tips dan trik jitu mengatasi malas Rating: 4.5 Diposkan Oleh: sigit budiyanto

0 komentar:

Post a Comment