Wednesday, 2 March 2011

Cara Terbaru dan Jitu Atasi Hama Wereng

Makanya kembali ke alam (Back to Nature) kayaknya hama wereng ini dah kebal dengan obat pestisida kimia jadi sudah selayaknya kita ganti ke obat yang lebih ramah lingkungan. 


SUKOHARJO (KR) - Petani di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto, Sukoharjo punya cara baru memberantas hama wereng. Mereka mempraktikkan hasil penelitian seorang professor yang disosialisasikan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo.
Pemberantasan hama wereng dilakukan dengan mengurangi unsur nitrogen (N) selama proses pemupukan. Pemupukan menggunakan bahan kimia dianggap memiliki peran dalam penyebaran hama wereng.
Kepala Dispertan Sukoharjo Giyarti mengatakan, hasil penelitian menunjukkan hama wereng menyerang tanaman padi kebanyakan batangnya empuk dan terasa manis. “Tanaman padi semacam ini sangat digemari wereng,” jelas Giyarti saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/3).
Jika padi diberi nutrisi tambahan alamiah seperti pupuk kandang dan kompos serta oplosan buah nanas busuk dan tetes tebu, maka pertumbuhan padi akan baik. Selain batang tubuh padi alot atau keras, rasanya juga akan pahit saat wereng memakannya. Jika kondisi tanaman bisa seperti itu maka wereng akan menjauh.
“Namun demikian, saya menekankan pada saat pemupukan petani mengurangi kapasitas unsur N dan diganti dengan pupuk alamiah seperti pupuk kandang dan kompos,” tegasnya. Dijelaskan sejumlah kelompok tani dan petani yang ada di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto sudah mempraktikkan cara itu.
Ada 10-20 petani yang sudah memperlakukan pemberian nutrisi dan vaksin alami ke tanaman padinya. Petani di Desa Tegalmade, Wirun, Bekonang Kecamatan Sukoharjo dan petani di Desa Karangwuni juga telah melakukannya. Konsep itu diadopsi dari seorang ahli pertanian dari Balai Penelitian Organisme Pengganggu Tanaman.
Karena dinilai model penanganan pemberantasan hama wereng cocok dengan kondisi yang ada di Sukoharjo. “Mulai bulan Maret nanti akan diluncurkan serentak. Sebelumnya akan dilakukan sosialisasi, sehingga program ini bisa dimanfaatkan,” lanjutnya.     (*-2)-c

0 komentar:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BERITA BARU

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

statistic

Messaging And Chatting

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner