Tuesday, 16 October 2012

10 suara yang tidak nyaman ditelinga

 k10 suara yang tidak nyaman ditelinga, kuku yang panjang dan digarukkan ke papan tulis adalah suara yang tidak nyaman didengar. Peneliti dari Inggris menyebutkan kalau kita terganggu karena suara itu memicu komunikasi di antara bagian otak yang terlibat dalam pendengaran dan emosi.
Seperti yang dilansir dari My Health News Daily (15/10), Peneliti melibatkan 13 responden yang diminta mendengarkan 74 jenis suara. Peneliti kemudian menggunakan fMRI untuk menganalisis respon otak responden terhadap suara yang didengarkan mereka.
Ketika responden mendengar suara yang mengganggu, ternyata ada interaksi antara korteks pendengaran, yang memproses suara, dan amigdala, yang memproses emosi negatif.
"Semakin tidak nyaman sebuah suara, semakin besar pula aktivitas di antara dua bagian di otak itu," tutur peneliti Sukhbinder Kumar dari Newcastle University.
Sementara itu, menurut para peneliti, berikut ini adalah sepuluh besar suara-suara yang termasuk tidak nyaman dan menganggu telinga.
  1. Pisau di botol
  2. Garpu di gelas
  3. Kapur di papan tulis
  4. Penggaris di botol
  5. Kuku di papan tulis
  6. Teriakan wanita
  7. Alat angle grinder
  8. Derit pada rem sepeda
  9. Tangisan bayi
  10. Bor listrik
Kemudian, ada juga beberapa suara yang tidak nyaman tetapi tidak begitu menganggu. Suara tersebut adalah tepuk tangan, bayi tertawa, guntur, dan suara air mengalir.
Analisis tentang suara tersebut dilakukan pada frekuensi 2.000-5.000 Hertz. Memang pada skala frekuensi itu, telinga kita sangat sensitif terhadap suara.
Pemahaman lebih jauh tentang reaksi otak terhadap suara ini dianggap menguntungkan bagi peneliti. Pasalnya para ahli akan mengetahui cara yang tepat untuk menangani kasus penderita autisme yang memang sensitif terhadap suara.
Hasil penelitian tentang reaksi otak terhadap suara kemudian dilaporkan dalam Journal of Neuroscience dan sepenuhnya didanai oleh Wellcome Trust.

10 suara yang tidak nyaman ditelinga Rating: 4.5 Diposkan Oleh: sigit budiyanto

0 komentar:

Post a Comment