Saturday, 1 September 2012

honor ustad di televisi

honor ustad di televisi, ustad merupakan contoh dan suri toladan yang memberikan ceramah atau wejangan tuntunan Al Quran dan hadist, menyuruh umat untuk berbuat baik. saat ini banyak orang yang berprofesi sebagai ustad, lantaran profesi tersebut sangat menjanjikan. apalagi kalau sudah terkenal di televisi, dan banyak pengemarnya. berikut ini adalah sisi lain yang akan kita bahas bukan mengenai isi atau konten ceramahnya tetapi dibalik layar ataupun upah yang mereka terima.

Saat Ramadan, banyak ustaz yang 'bertebaran' mengisi hampir di setiap acara bernuansa Ramadan. Dari lawak, bintang tamu program tertentu hingga sinetron khusus Ramadan. Saat Ramadan tampak sebagai sarana untuk meraih rezeki bagi para ustaz, bahkan yang tidak memiliki program reguler di luar Ramadan.

Untuk honor, tentunya ada yang istimewa dari sejumlah ustaz tersebut mengisi program di televisi. Menurut Endah Wulandari, Eksekutif Produser untuk program Ramadan SCTV, ada perbedaan honor ustaz, antara program reguler dan khusus seperti datangnya Ramadan.

"Sebetulnya dari tahun ke tahun masing-masing televisi memiliki acuan untuk menampulkan ustaz secara eksklusif, itu variatif sekali. Menurut saya, angka (honor) itu datangnya dari televisi saat bernego. Ada televisi yang menganggap seorang ustaz milik umat (boleh ceramah di stasiun lain), tapi ada juga yang eksklusif," ujar Endah 

Dengan kata lain, honor ustaz juga ditentukan oleh 'persaingan industri' pertelevisian itu sendiri. Yang memicu kenaikan harga adalah posisi tawar televisi atau institusi yang akan memakai jasa seorang ustaz dengan institusi atau stasiun televisi lainnya. Hal tersebut juga diakui Hardiansyah Lubis, Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) Trans TV,

"Naik turunnya (honor) tergantung negosiasi dan frekuensi tayangannya. Kalau penuh selama satu bulan biasanya hobor dijadikan dalam satu paket selama Ramadan," ujar Hadiansyah kepada Beritasatu.com.

Hadiansyah juga menambahkan, jika kenaikan honor para ustaz pada program spesial seperti Ramadan, dihitung sebagai penyesuaian.

"Karena program-program selama Ramadan kebanyakan menjadi program spesial dan beberapa di jam-jam prime time maka honor dari beberapa pengisi acara juga disesuaikan," terang Hadiansyah.


Ada yang mematok harga, ada yang ikhlas dibayar sepantasnya

Berbicara masalah harga seorang ustaz atau ustazah mengisi program televisi atau off air merupakan hal yang sensitif. Berbeda dengan penyanyi, komedian atau aktor, ustaz lebih tertutup untuk membicarakan urusan dapur. Takaran honor mereka pun tidak banyak yang mengetahui, dibandingkan pengisi acara lainnya.

Bahkan, menurut Endah Wulandari, Eksekutif Produser untuk program Ramadan SCTV, bernegosiasi hobor dengan ustaz memiliki keunikan tersendiri.

"Yang saya tahu memang ada satu televisi yang mengontrak ustaznya sepanjang perjalanan (karier) tidak cuma hanya saat Ramadan saja. Kalau SCTV tahun ini seperti ustaz Quraisy Shihab, beliau tidak pernah mematok harga. Ini contoh bahwa ada ustaz seperti itu. Saya menakar, kalau keilmuannya (ustaz) tinggi pasti tidak bicara harga melainkan kuantitas peirsa (yang ingin mendengarkan ceramahnya). Tapi ada juga yang mematok harga khusus," ujar Endah.

Endah juga menambahkan, jika tahun ini, fenomena ustaz berbujet mahal di televisi sudah mulai berkurang sebab yang ia tahu, para ustaz saat ini tidak mematok harga tinggi seperti tahun-tahun lalu.

"Contohnya ustaz Solmed dan Quraisy Syihab. Mereka tidak bicara harga dan efek yang ditimbulkan itu pada saat off air sangat baik. Tawaran justru datang saat off air. Kalau enggak salah sekitar dua tahun lalu, saya menemukan angka (honor) yang fantastis dan menurut saya tidak masuk akal. Tapi belakangan saya tidak menemukan lagi," imbuh Endah panjang lebar.

Bagi Trans TV, melalui Hadiansyah, manajer humas, permasalah honor ustaz tidak perlu terlalu dibesar-besarkan lantaran semuanya merupakan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak.

"Masalah honor, ditentukan pada saat kesepakatan awal dan dituangkan dalam kontrak. Sejauh ini apa yang menjadi poin-poin dalam kontrak dapat dijalankan sesuai dengan komitmen keduabelah pihak," terangnya.


Masalah honor ustaz pernah jadi masalah besar

Meski tidak menyebutkan angka pastinya, namun menurut sumber, harga tampil seorang ustaz kondang di televisi untuk program reguler, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per episode. Sementara untuk off air, seorang ustaz kondang disebut-sebut bisa mengantongi Rp30 juta atau lebih sekali ceramah, dengan durasi kurang lebih dua hingga tiga jam.

Dengan kondisi keuangan yang menjanjikan tersebut, tidak mengherankan banyak bermunculan ustaz atau ustazah baru di televisi. Mereka kerap membawakan cara khas mereka. Seperti ustaz Maulana dengan bahasa tubuh yang lucu dan unik saat mengucapkan "Alhamdulillah", atau dengan gaya jenaka ustaz Solmed dan beberapa ustaz lainnya.

Menurut Endah, ia pernah menemukan beberapa ustaz yang sangat 'rewel' dengan urusan honor. Negosiasi tersebut kemudian berjalan alot dan penuh dengan ketidaknyamanan. Akhirnya karena harga tidak cocok, mendekati bergulirnya program, sang penceramah pun menolak.

"Ya, pernah ada ustaz yang rewel masalah honor. Bahkan ia pernah menghilang begitu saja, sampai kami dalam posisi yang takut untuk mengontrak lagi karena kalau tidak cocok, takutnya kabur lagi," terang Endah, Eksekutif Produser program Ramadan SCTV.
  1. "Makanya kami tidak ingin terlalu menempatkan salah satu atau sebagian ustaz terlalu istimewa karena nanti mereka jadi tahu harga," imbuh Endah.
demikian info mengenai honor ustad yang ada ditelevisi sebagai gambaran anda, mudah mudahan bermanfaat.
tag : honor ustad di televisi, honor ustad di televisi, honor ustad di televisi

honor ustad di televisi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: sigit budiyanto

0 komentar:

Post a Comment